Di dalam terlalu tinggi menilai diri ini, sombong, angkuh, egois, dan merasa paling hebat akan tersirat. Namun saat aku menilai diriku seperti itu, tidak karena perbandingan aku adalah aku, namun aku melakukan benchmarking terhadap manusia yang ada di sekitarku, hingga pada titik aku menemukan ada orang yang lebih hebat dari aku menurut penilaianku. Hingga akhirnya aku berbenah diri untuk bisa meningkatkan lagi kualitas diriku ke tingkat standar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Berulang melakukan seperti itu, akan membuat aku terus meningkatkan standar kualitas diri hingga aku mati.

Aku berusaha selalu mengingat bahwa detik hidup ini sangat berharga sekali. Andai besok aku mati, aku harus bisa memastikan aku mati tenang karena sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjadi diriku yang paling baik versi hari ini. Beberapa kali juga aku bertanya pada Ibuku tentang kadar kebanggaan dia memiliki aku sebagai anak, beberapa kali juga aku mendapat jawaban yang menguatkan aku untuk tenang saat besok tiada.

Aku tidak mau hidup dalam kepura-puraan, aku sedang berusaha keras menjauhi drama-drama kehidupan yang tidak penting, aku juga berusaha untuk tidak peduli terhadap urusan orang lain ketika yang bersangkutan tidak ingin aku ikut campur mengurusinya, aku ingin berusaha fokus kepada semua yang telah ada ditanganku sekarang.

Umurku 26 tahun sekarang, dalam setiap doaku, aku selalu berdoa agar dijauhkan dari berbohong dan dibohongi, memfitnah dan difitnah, membenci dan dibenci, juga dijauhkan dari orang-orang bodoh yang merasa pintar, orang-orang tak tahu namun merasa tahu, orang-orang yang mengajak membenci kepada orang yang dia benci, dan orang-orang yang ingin selalu ikut campur dalam urusan yang bukan urusan dirinya.

Sesungguhnya kau tidak perlu mengomentari hal-hal yang kau ketahui, apalagi hal-hal yang tidak kau ketahui. Ikut campur urusan orang lain itu boleh jika dilibatkan, jika tidak merasa dilibatkan urus saja urusanmu sendiri.