Aku dapet sebuah bahan tulisan bagus nih, banyak orang yang belum menyadari mungkin, semoga dengan ini bisa membuka hati dan pikiran saudara-saudara mengenai ilmu. Saya mendapatkannya dari seorang sosok Abah Iwan Abdulrachman yang menjadi idola saya, guru saya, orang tua saya, yang walaupun saya bahkan belum pernah sekalipun bertemu bertatap muka dengan beliau, saya hanya bisa melihat beliau dari kumpulan video beliau ketika bernyanyi dan bercerita, dan juga lewat lagu dan lirik yang luar biasa yang saya pernah dengarkan. Ketika beliau bernyanyi di Direktorat Jendral Pajak Indonesia dalam acara “Satu Dekade Reformasi Direktorat Jendral Pajak”, saya menangkap kata-kata beliau kurang lebih seperti ini, 

“Banyak orang menyangka kalo ilmu itu hanya bisa didapat dari guru yang baik atau orang keren yang hanya mereka kira saja, tapi tidak! ilmu itu hanya bisa didapat dari mana saja, dari siapa saja hanya dengan apresiasi kita untuk membuka diri terhadap apapun yang kita dapatkan.”

Nah mungkin sederhana, namun bagi saya itu sesuatu pemikiran yang luar biasa hebat, karena saya juga menganggap bahwa ilmu bisa kita dapatkan dengan hanya membuka diri, dan mau mendengarkan sesuatu yang baik bahkan buruk untuk kita ambil sebagai bahan pelajaran yang dapat bertrasformasi menjadi ilmu. Jika kita membawa sebuah cangkir kita tak akan bisa menerima air yang baru jika kita tidak mengosongkan isi cangkir tersebut, jika kita membawa cangkir penuh untuk diisi air maka bukan air yang baru yang kita dapatkan, namun air yang terbuang karena air melebihi kapasitas volume yang ada. Maka kosongkan lah apa yang kita punya, selalu isi ilmu dengan menganggap kita tidak tahu apa-apa.

“Stay hungry, stay foolish” – Steve Jobs

Dengan segala kesungguhan dan kerendahan hati, terima kasih. Semoga bermanfaat 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.