Dari cerita yang kudengar dari teman-temanku yang mengenalmu, kau hidup bahagia. Ya memang enak sih jadi kamu, entah harus berapa banyak lagi saya menampikan nikmat yang Tuhan beri pada saya, dengan cara membanding-bandingkan dengan orang lain. Kau mulai hari dengan menyanyi, sedangkan aku memulai dengan menimba air di sumur untuk mandi. Lalu, kau menyantap sarapan yang sudah tersedia di meja makan, sedangkan aku harus mendahulukan memanaskan sisa makanan dua hari yang lalu untuk sarapan. Lalu, kau mengendarai kendaraan yang hebat dengan uang bensin pemberian dari orang tuamu menuju kampus untuk menuntut ilmu, sedangkan aku harus mengayuh rongsokan tua untuk mencari makanan esok hari. Aku tak bisa membayangkan apa jadinya aku ini jika aku menjadi engkau yang berkelebihan duniawi. Sesungguhnya aku tak ingin meminta sedikitpun apa yang sedang kau miliki sekarang, namun ada baiknya jika kau nikmati apa yang kau miliki sekarang, senikmat-nikmatnya dengan rasa syukur kepada sang maha pemberi. Kita tidak tahu, mungkin suatu saat posisimu dan posisiku skrg ini akan saling bertukar. Kita tak pernah tau.

Leave a Reply

Your email address will not be published.