Apakah kemasyarakatan jaman dulu seperti skrg?
Saya merasakan sesuatu yang ganjil, tidak nyaman, dan membuat saya gerah juga, tapi memang sih kamar saya ga ada kipas anginnya, jadi wajar ya. Semuanya seakan bergeser seperti sebagian model pintu. Pertanyaannya adalah apakah ini yang disebut kemajuan? Apakah ini yang disebut modernisasi? Oh dewa jika seperti ini modelnya, entah akan berapa lama lagi individu masyarakat yang menyebut diri mereka sebagai individu modern akan semakin terperosok kedalam lubang hitam yang mereka sebut kemodernan.
Entahlah yah saya juga cuma ngarang doang nulis gini teh, yang jelas dan baru saya sadari adalah praktik-praktik anomali sosial dewasa ini semakin banyak menampakan wujudnya sayang anomali tersebut terbiaskan oleh kewajaran dan keterbukaan masyarakat modern untuk menerimanya. Entah saya menyadari hal yang hanya sedikit orang menyadari hal ini, atau sudah banyak yang menyadari namun menganggapnya lumrah, atau hanya saya yang mengada-ngada dan berhalusinasi mengenai anomali praktik-praktik bersosial yang padahal normal dan berjalan seperti semestinya.
Coba bandingkan saja, engga! Jangan suka membanding-bandingkan. Oke deh saya bukan sosiolog, pengamat antropologi, apalagi pakar dalam bidang seperti ini, namun saya sebagai salah satu elemen entitas masyarakat saya hanya ingin menuangkan perasaan ganjil ini kedalam barisan huruf-huruf sebagai pengingat pribadi saya, bahwa hari ini tepat saya rasakan sesuatu yang benar-benar mengganjal dan membuat saya gerah.

Berikut pula terlampir sajak yang dengan spontanitasisasi tertuang karena anomali yang terasa.

Sajak kehilangan, sajak angin segar kehidupan

Kau meniupkan angin segar kedalam kehidupanku
kau hidup untuk berputar-putar dalam orbit yang menyejukanku
skrg baru aku bisa bayangkan hidup tanpamu aku susah
aku kesepian tak ada teman
aku kehilangan suaramu
yang biasanya selalu ribut mengisi seluruh keheningan kehidupanku
oh aku kehilanganmu sayang…
oh aku hampa tanpamu sayang…
kau tega membuatku seperti ini
maafkan aku yang dulu telah membuatmu ingin pergi
maafkan aku yang telah membuatmu salah memilih
engkau tau sesungguh-sungguhnya aku
aku sangat yakin kau sangat tau aku
kemarilah sayang dekaplah aku
kemarilah sayang peluk erat diriku
tiupkan kembali angin segar khas mu
kembalilah berceloteh agar ramai hidup ini
engkaulah tujuanku berlari diantara belukar di luar rumah
engkau lah alasan aku berkarya siang dan malam
aku hanya ingin kau ada disini, disampingku, segarkanlah aku
hanya satu yang aku yakini, yaitu
hanya engkau lah yang bisa meniupkan kesegaran kedalam raga ini
hanya engkau yang bisa, walau aku tahu kau mempunyai sahabat
sahabat yang sempat membuatku ingin berpaling kepadanya
sahabat yang menjanjikan kesegaran berlipat ganda dari milikmu
tapi hanya satu engkau yang aku yakini
ya, hanya engkau satu yang aku yakini
wahai engkau sang kipas angin
disini gerah kok kamu tega sih meninggalkan aku?

-Egi purwana

Leave a Reply

Your email address will not be published.