Engkau ada di sana, bersamanya dan menjadi satu. Sedangkan aku, di sini terduduk membisu kehabisan cara untuk membujuk dan merayu.

Bahasa sepertinya sudah habis kata, cara dan gaya hendak hilang menguap di udara.

Jika kau tidak keberatan, izinkan aku untuk membujuk dalam layu dan merayu dalam beku.

Akan kuusahakan segala bentuk cukup agar jiwamu teduh, dan akan kubawakan terang agar langkahmu tenang.

Tak sabar saya untuk membagi semesta, memang tak perlu buru-buru, namun rasa tak rela jika harapan harus hilang ditelan kesempatan.

Hayu kapan ngopi?