Langit senja saat itu berbeda, terlihat sangat spesial tapi aku yakin senjanya sama seperti senja biasanya yang terlihat anggun bergelantung di batas cakrawala yang sedang bersiap menjemput gulita, tapi apa yang membuat senja itu terlihat sangat spesial, aku juga tidak tahu pasti, ada banyak hal-hal menggembirakan yang mempengaruhi pandanganku terhadap senja di sore itu.

Rasa syukur masih diberi kesempatan melihat senja, masih diberi kesempatan yang sangat menyenangkan untuk mempunyai teman dan lingkungan yang sangat luar biasa indah, masih diberi kesempatan, kepercayaan, dan kehormatan untuk mengerjakan pekerjaan yang menyenangkan, masih diberi kesempatan untuk berusaha memberikan kebanggan kepada kedua orang tua dan keluarga pula. Ya hidup ini indah, walau memang masih ada sebuah tempat kosong yang kadang membuat aku melupakan nikmat-nikmat yang lain, ya walaupun teman-teman terbaiku masih bisa bergantian mengisi posisi yang kosong tersebut aku tetap merasakan ada sesuatu yang kurang. Figur dan sosok yang aku idamkan masih berada entah dimana, di sini di sekitarku yang aku kenal, atau bahkan yang belum takdir pertemukan, yang ada di laut di langit atau yang di udara, yang sering bertemu atau yang baru sekali bertemu atau bahkan yang belum bertemu sama sekali, yang pernah mengisi posisi atau sosok baru yang sedang dikecewakan oleh pendampingnya, yang baru menikmati rasa manisnya cinta atau bahkan yang belum pernah sama sekali mengenal cinta, semuanya bias dan samar jawabnya seperti tertiup oleh angin.

Setelah sebelumnya aku mengidamkan sebuah masa depan yang nikmat dikelilingi oleh fitur-fitur high-end, namun aku tersadar bahwa sesungguhnya tidak ada masa depan namun aku lebih percaya bahwa akan ada suatu masa yang kita nikmati karena jerih payah usaha yang kita lakukan dimasa sekarang aku sangat yakin akan hal itu. Ya aku masih mendambakan aku memetik hasil yang manis yang tidak hanya aku, pasanganku, atau keluargaku tapi manis yang bisa aku bagikan juga kepada lingkungan sekitar. Sesungguhnya orang yang baik adalah orang yang berguna dan memberi manfaat bagi entitas kehidupan yang ada di sekitarnya. Bahkan terlalu sempit dan naif jika parameter guna dan manfaat itu hanya dibatasi dalam hal materi, karena aku berfikiran bahwa materi itu hanya salah satu sebuah media untuk menyampaikan bentuk-bentuk konkrit bahkan abstrak sebuah guna dan manfaat dari seseorang. Bukan dan bahkan tidak layak dijadikan sebuah patokan tunggal untuk mengukur kualitas seseorang apalagi menjadi parameter kebahagiaan seseorang atau sebuah kelompok kehidupan.
Kemapanan seseorang memang bisa diukur dari materi yang ia miliki, namun materi disini mempunyai substansi yang sangat luas, ya mungkin setiap orang mempunyai versi masing-masing untuk mengukur sebuah kemapanan, hanya bagiku sebuah kemapanan adalah satu kesatuan yang membentuk suatu harmoni seimbang dan tersusun dari sebuah formula yang memiliki unsur-unsur sederhana. Bentuk ekspresif kebahagiaan seseorang saja adalah salah satu unsur yang dapat menyusun formula untuk menggambarkan kemapanan seseorang. Cara menghadapi dan mengendalikan masalah juga merupakan salah satu unsurnya, karena seseorang yang belum bisa menghadapi dan mengendalikan masalah dengan baik aku pikir belum sampai pada tingkat seseorang disebut mapan, ya jelas kemapaman butuh kedewasaan tingkat tinggi untuk menggabungkan unsur-unsurnya menjadi satu kesatuan yang solid.

Yang jelas akupun masih belum pada tingkat mapan yang hakiki, maka dari itu aku akan terus akan berusaha lebih keras, berusaha berguna dan bermanfaat bagi sekitar, dan akan berusaha terus menerus untuk bisa mendewasai setiap masalah yang hadir. Modal riil yang mungkin harus semua orang sadari untuk mencari kemapanan adalah CINTA, mengutip kata-kata seorang walikota Bandung Ridwan Kamil, beliau pernah mengatakan kurang lebih seperti ini : “Penyelesaian berbagai masalah adalah bukan hanya ada pada akal pikiran saja, dibutuhkan juga unsur cinta”. Maka mari mencari cinta dan berbagi cinta, energi positif, dan ilmu yang bermanfaat, demi kelak memetik manis suatu saat nanti 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.